Monday, January 15, 2018

Amil Nawasib Dan Amil Jawazim Berserta Contohnya

Amil Nawasib Dan Amil Jawazim Berserta Contohnya


A.     Amil Nawasib (Amil yang suka menashobkan fi'il mudlori )
(فَالنَّوَاصِبُ عَشَرَةٌ، وَهِيَ : اَنْ وَلَنْ وَاِذَنْ وَكَيْ وَلاَمُ كَيْ وَلاَمُ الجُحُوْدِ وَحَتَّى وَالجَوَابُ بِالفَاءِ وَالوَاوِ وَاَوْ.)

Amil-amil yang suka menashobkan fi'il mudlori ada 10, yaitu:
1.    " أَنْ ". contoh:
"Aku ingin pergi ke kota".
أَرِيْدُ اَنْ أَذْهَبَ اِلَى المَدِيْنَةِ
"Datangnya kekasihku membuat aku gembira".
يَسُرُّنِيْ اَنْ تَجِىءَ حَبِيْبَتِيْ
2.   " لَنْ ". contoh:
"Orang yang hasud tidak akan menjadi mulia"
لَنْ يَسُوْدَ الحَسُوْدُ
"Orang yang malas tidak akan sukses"
لَنْ يَنْجَحَ المُتَكَاسِلُ

3.   " إِذَنْ ". ( jika demikian ).
إِذَنْ dipakai untuk menjawab perkataan yang sebelumnya. contoh:
إِذَنْ تَنْجَحَ فِى الإِمْتِحَانِ ( jika demikian, maka kamu akan sukses dalam ujian). ini sebagai jawaban dari perkataan yang ada sebelumnya "سَأَجْتَهِدُ فِى الدِّرَاسَةِ  "( saya akan rajin dalam belajar ).
إِذَنْ أُكْرِمَهُ (jika demikian, maka saya akan memuliakannya). ini sebagai jawaban dari " أَصْدِقَائُكَ يَزُوْرُكَ (temanmu akan berkunjung kepadamu}".
4.   "كَيْ " (supaya / untuk).contoh:
"Kita belajar dengan giat supaya kita bisa meraih kesuksesan di masa mendatang".
نَتَعَلَّمُ بِجِدٍّ وَنَشَاطٍ كَيْ نَنَالَ عَلَى النَّجَاحِ فِى القَادِمِ
5.    " لاَمُ كَيْ " ( ل )= supaya/untuk.
"Sabarlah atas musibah yang menimpa supaya kamu bisa meraih cita-cita".
اِصْبِرْ عَلَى المَشَقَّاتِ لِتَنَالَ المُنَى
6.   " لاَمُ الجُحُوْدِ " ( ل ). yaitu setiap ل yang masuk pada fi'il mudlori yang terletak setelah مَاكَانَ atau لَمْ يَكُنْ . Fungsinya adalah untuk mempertegas kenapyian (peniadaan). contoh:
مَاكَانَ اللهُ لِيُضَيِّعَهُمْ                      ( Alloh benar-benar tidak akan menyia-nyiakan mereka)     
- لَمْ يَكُنِ اللهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ                                  ( Alloh benar-benar tidak akan mengampuni mereka)
Contoh yang lainnya:

لَمْ تَكُوْنَا لِتَنْصُرَا
مَاكُنْتُمَا لِتَنْصُرَا
أَنْتُمَا

لَمْ يَكُنْ لِيَنْصُرَ
مَاكَانَ لِيَنْصُرَ
هُوَ
لَمْ تَكُوْنُوْلِتَنْصُرُوْا
مَاكُنْتُم لِتَنْصُرُوْا
أَنْتُمْ
لَمْ يَكُوْنَا لِيَنْصُرَا
مَاكَانَا لِيَنْصُرَا
هُمَا
لَمْ تَكُوْنِيْ لِتَنْصُرِيْ
مَاكُنْتِ لِتَنْصُرِيْ
أَنْتِ
لَمْ يَكُوْنُوْا لِيَنْصُرُوْا
مَاكَانُوا لِيَنْصُرُوْا
هُمْ
لَمْ تَكُوْنَا لِتَنْصُرَا
مَاكُنْتُمَا لِتَنْصُرَا
أَنْتُمَا
لَمْ تَكُنْ لِتَنْصُرَ
مَاكَانَتْ لِتََنْصُرَ
هِيَ
لَمْ تَكُوْنَا لِتَنْصُرَا
مَاكُنْتُنَّ لِتَنْصُرْنَ
أَنْتُنَّ
لَمْ يَكُوْنَا لِتَنْصُرَا
مَاكَانَا لِيَنْصُرَا
هُمَا
لَمْ اَكُنْ لأَنْصُرَ
مَاكُنْتُ لِأَنْصُرَ
أَنَا
لَمْ يَكُنَّ لِيََنْصُرْنَ
مَاكُنَّ لِيَنْصُرْنَ
هُنَّ
لَمْ نَكُنْ لِنَنْصُرَ
مَاكُنَّا لِنَنْصُرَ
نَحْنُ
لَمْ تَكُنْ لِتَنْصُرَ
مَاكُنْتَ لِتَنْصُرَ
أَنْتَ

7.    "حتَّى " (sehingga). contoh:
اِصْبِرْ حَتَّى يَاتِيَ اللهُ بِاَمْرِهِ
8.   Jawaban dengan (ف)
Menjawab dengan ف ada sembilan :
a. Jawab dengan ف dari fi'il amar
إِجْتَهِدْ فَتَنْجَحَ
Rajin-rajinlah kamu ! (jika demikian), maka kamu akan sukses
أُشْفُقْ عَلَى أَوْلَدِكَ فَيَحْتَرِمُوْكَ
Sayangilah anak-anakmu! (jika demikian), maka mereka akan menghormatimu
كُلْ فَتَشْبَعَ
Makanlah! (jika demikian), maka kamu akan kenyang
b. Jawab dengan ف dari do'a
رَبِّ وَفِقْنِيْ عِلْمًا فَأَعْمَلَ صَالِحًا
Ya Tuhanku, semoga Engkau memberiku ilmu (jika demikian), maka aku akan beramal shaleh
c. Jawab dengan ف dari nahyi (larangan)
لاَتَكْسُلْ فِى الدِّرَاسَةِ فَتَفْشَلَ فِى الأِمْتِحَانِ
Janganlah kamu malas dalam belajar (jika demikian) maka kamu akan gagal dalam ujian 
d. Jawaban dengan ف dari istifham
هَلْ زَيْدٌ فِى الدَّارِ فَأَذْهَبَ إِلَيْهِ
Apakah ada Zaed di rumah ? (jika demikian) maka aku akan pergi ke sana  
e. Jawab dengan ف dari تَعْرِيْضْ (menyindir)
أَلاَ تَنْزِلْ عِنْدَنَا فَتُصِيْبَ خَيْرًا
Mengapa kamu tidak mampir ke rumah kami (jika demikian) maka kamu akan memperoleh kebaikan    
f. Jawab dengan ف dari تَحْضِيْضْ (membentak)
هَلاَّ أَكْرَمْتَ زَيْدًا فَيَشْكُرَكَ
Mengapa kamu tidak menghormati Zaed (jika demikian) maka dia akan berterimakasih kepada mu.    
g. Jawab dengan ف dari tamanni (angan-angan). Contoh dalam syair:
أَلاَ لَيْتَ الشَّبَابَ يَعُوْدُ يَوْمًا * فَأُخْبِرَهُ بِمَا فَعَلَ المَشِيْبُ
"Aku mengharap keremajaanku kembali lagi satu hari saja(jika kembali), maka saya akan memberitahukan kepadanya apa-apa yang dilakukan di waktu tua itu".
h. Jawab dengan ف dari tarojji' (harapan)
لَعَلِّى اُرَافِقُ الشَّيْخَ فَيُعَلِّمَنِيْ عِلْمًا
Semoga aku bisa menyertai syekh (jika bisa), maka dia mengajariku suatu ilmu.    
i. Jawab dengan ف dari nafyi
مَاتَأْتِيْنَا فَتُحَدِّثَنَا
Kamu tidak datang kepada kami(jika datang), maka kamu akan bisa berbincang-bincang dengan kami.    

Kesembilan jawab dari ف tersebut terkumpul dalam sebuah syi'ir:
مُرْ وَانْهَ وَادْعُ وَسَلْ وَاعْرِضْ لِحَضِّهِمْ * تَمَنَّ وَارْجُ كَذَاكَ النَّفْيُ قَدْ كَمُلاَ
9.   Jawab dengan و
Jawab dengan و sama dengan jawab dengan ف . yakni ada sembilan.
10. " أَوْ " . أَوْ mempunyai dua makna ; a. Bermakna إِلَى  b. bermakna إِلاَّ .
-         Contoh yang bermakna إِلَى:
لَأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ اُدْرِكَ المُنَى * فَمَاْ قَادَتِ الأَمَالُ إِلاَّ لِصَابِرٍ
"Sungguh aku akan menganggap mudah terhadap kesulitan sampai teraihnya cita-cita , karena cita-cita hanya bisa tercapai oleh orang yang sabar".
-         Contoh yang bermakna إِلاَّ:
لَأَقْتُلَنَّ الكَافِرَ أَوْ يُسْلِمَ
"Sungguh aku akan membunuh orang kafir kecuali apabila dia masuk Islam".

B.    Amil Jawazim

(وَالجَوَازِمُ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ وَهِيَ: لَمْ وَلَمَا وَاَلَمْ وَاَلَمَا وَلاَمُ الأَمْرِ وَالدُّعَاءِ وَاِنْ وَمَا وَمَنْ وَمَهْمَا وَاِذْمَا وَاَيٌّ وَمَتَى وَاَيَّانَ وَاَيْنَ وَاَنَّى وَحَيْثُمَا وَكَيْفَمَا وَاِذَا فِى الشِّعْرِ خَاصَّةً )

Amil jawazim (amil yang menjazemkan) ada 18 . Tetapi yang 18 tersebut terbagi dua:
a. Yang menjazemkan satu fi'il
b. Yang menjazemkan dua fi'il.

a. Yang menjazemkan satu fi'il, diperinci ada 8:
1.    "لَمْ " (tidak). Contoh:
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ
"Alloh tidak beranak dan tidak diperanakan".
القَاسِى القَلْبِ لَمْ يَسْمَعْ نَصِيْحَةً
"Orang yang keras hati tidak bisa menerima nashihat"
2.   "لَمَّا " (tidak). Contoh:
جَاءَ الحَقُّ وَلَمَّا يَعْلَمْهُ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ
"Telah datang kebenaran tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya".
3.   "أَلَمْ " (bukankah / apakah tidak). Contoh:
أَلَمْ نَشْرَهْ لَكَ صَدْرَكَ
"Bukankah kami telah melapangkan dadamu untukmu"
4.   "أَلَمَّا " (bukankah / apakah tidak). Contoh:
َ أَلَمَّا أُحِبْ إِلَيْكِ
"Bukankah akau mencintaimu".
5.    "لاَمُ الأَمْرِ " (hendaklah). Contoh:
لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ
"Hendaklah orang kaya menginfakan sebagian kekayaannya".
لِيَجْتَهِدْ مَنْ يُرِيْدُ النَّجَاحَ
"Hendaklah giat orang yang ingin berhasil".
6.   لاَمُ الدُّعَاءِ " (semoga). Contoh:
لِينْصُرِ اللهُ الصَّابِرِيْنَ
"Semoga Alloh menolong orang-orang yang sabar".
7.    "لاَ النَّاهِيَة " (jangan). Contoh:
لاَتَسْئَلْ عَمَّا تَعْلَمُ
"Janganlah kamu menanyakan sesuatu yang sudah kamu ketahui".
8.   "لاَ الدَّاعِيَةُ ” (semoga tidak). Contoh:
رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا
"Ya Tuhan kami janganlah Kau sasarkan hati kami setelahnya engkau beri petunjuk".

b. Yang menjazemkan dua fi'il ada 13, yaitu:
1.    "إِنْ " (apabila), contoh:
اِنْ تَنْصُرُوْا اللهَ يَنْصُرْكُمْ
"Apabila kamu semua menolong Alloh, maka Alloh pun akan menolongmu".
2.   إِذْمَا (Apabila ), contoh:
إِذْمَا تَحْفَظْ دُرُوْسَكَ أَحْفَظْ دُرُوْسِى
"Apabila kamu menghafal pelajaran-pelajaranmu, maka aku pun akan menghafalkannya".
إِذْ مَا تَرْحَمْ مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكَ مَا فِى السَّمَاءِ
"Apabila kamu menyayangi penghuni bumi, maka niscaya kamu akan disayangi oleh penghuni langit".
3.   مَا ( apa saja ), contoh:
مَا تَفْعَلْ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللهُ
"Kebaikan apa saja yang kamu lakukan niscaya Alloh mengetahuinya".
4.   مَنْ ( siapa saja ), contoh:
مَنْ يَشْكُرْ النَّاسَ يَشْكُرْ اللهَ
"Barang siapa yang berterima kasih kepada manusia, maka ia berterima kasih kepada Alloh".
5.    مَهْمَا ( apabila ), contoh:
مَهْمَا يَتَكَبَّرْ أَحَدٌ يَضَعْ عِنْدَ اللهِ
"Barangsiapa yang takabur, maka ia rendah di sisi Alloh".
6.   أَيّ ( Apa saja / siapa saja ), contoh:
أَيًّا تَتَعَلَّمْ مِنَ العِلْمِ يَنْفَعْكَ
"Ilmu apa saja yang kamu pelajari, maka (ilmu itu) akan bermanfaat bagimu".
اَيًّا تَحْتَرِمْ يَحْتَرِمْكَ
"Kepada siapa saja kamu menghormati, maka kamu juga akan dihormati".
7.    مَتَى ( kapan saja ), contoh:
مَتَى تَجِئْ اِلَيْهَا تَسْتَقْبِلْكَ بِمَلاَءِ التَّبَسُّمِ
"Kapan saja kamu datang kapadanya, maka dia akan menyambutmu dengan penuh senyuman".
8.   أَيَّانَ ( kapan saja ), contoh:
اَيَّانَ تَحْضُرْ أَمَامَهَا تَقْبَلْنِي
"Kapan saja aku datang di hadapannya, niscaya ia akan menerimaku".
9.   أَيْنَ ( di mana saja ), contoh:
أَيْنَ تَسْكُنْ حَبِيْبَتِي أَزُرْهَا
"Dimana saja kekasihku tinggal, maka aku akan mengunjunginya".
10. أَنَّى ( kapan saja / dimana saja ), contoh:
أَنَّى تَكُنْ يَعْلَمْكَ اللهُ
"Kapan dan di mana saja kamu berada, niscaya Alloh mengetahui keberadaanmu".
11. حَيْثُمَا ( sekiranya ), contoh:
حَيْثُمَا تَسْتَقِمْ يُقَدِّرْلَكَ اللهُ نَجَاحًا فِى غَابِرِ الأَزْمَانِ
"Sekiranya kamu istiqomah, maka Alloh akan mensukseskanmu di masa mendatang".
12. كَيْفَمَا ( bagaimana saja )
كَيْفَمَا تَرْغَبْ عَنِّي أُحْسِنْ إِلَيْهَا
"Bagaimana saja ia membenciku, maka aku tetap akan berbuat baik kepadanya".
13. إِذَنْ ( apabila ), contoh:
إِسْتَغْنِ مَا اَغْنَاكَ رَبُّكَ بِالغِنَى * وَاِذًَا تُصِبْكَ خَصَاصَةٌ فَتَجَمَّلْ
"Merasa cukuplah kamu dengan kecukupan  yang telah diberikan Allloh. Dan apabila kemiskinan menimpamu, maka bersabarlah!".

Bagikan

Jangan lewatkan

Amil Nawasib Dan Amil Jawazim Berserta Contohnya
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

5 komentar

Tulis komentar